Indonesia Kaya Akan Tanaman Kesehatan Untuk Dunia

Daemonorops draco fruits
Buah Rotan Darah (Daemonorops draco). Foto: ist

wkindo.com
Indonesia adalah negara yang kaya, dan hutan merupakan sumber keanekaragaman hayati. Banyak yang dapat dimanfaatkan dari hutan bagi kesejahteraan rakyat. Salah satu potensi yang harus dikembangkan adalah serat tanaman untuk bahan pakaian.

Sekarang, terungkap bahwa hutan Indonesia juga menyediakan habitat bagi 30.000 dari total 40.000 spesies tumbuh - tumbuhan yang telah dikenal di dunia. Jumlah ini merupakan 90 persen dari tanaman obat yang ditemukan di wilayah ini.

Lebih dari 1.000 spesies telah digunakan sebagai tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan bagi masyarakat.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas, Balitbang bekerja sama dengan Kelompok Kerja Nasional Tanaman Obat Indonesia (Pokjanas TOI) mengadakan seminar dengan topik "Hutan dan Tanaman Obat Kesejahteraan Umum" pada 10-12 September, tahun 2013 dalam IPB International Convention Center di Bogor, Jawa Barat.

Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 200 akademisi, peneliti, praktisi, LSM dan lembaga pemerintah telah menjadi sarana berbagi informasi hasil - hasil penelitian terbaru pada tanaman obat, dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara di hulu dan hilir pemanfaatan tanaman obat, berkelanjutan dan berkesinambungan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan yang baru mencakup 20 persen dari 1.168 kelompok etnis di Indonesia, telah memperoleh lebih dari 1.500 rumus campuran dari 24 927 spesies tanaman obat dari nama lokal di Indonesia. Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Pokjanas TOI Indah Yuning Prapti juga menegaskan bahwa, "Ini adalah tanggung jawab bersama untuk melindungi dari kepunahan serta pencurian biologis (biopiracy)".

Kepala Badan Litbang Kehutanan Iman Santoso mengatakan mayoritas tanaman obat di Indonesia (78 persen) diperoleh dengan ekstraksi (langsung pengambilan) hutan, dan hanya sebagian kecil yang telah dibudidayakan.

"Beberapa jenis tanaman obat, seperti gaharu, sudah banyak menarik orang untuk menumbuhkan mereka. Namun, sebagian besar yang lain yang belum banyak dikenal oleh masyarakat, serta tanaman jernang atau Darah Naga masih dikumpulkan dari vegetasi alami di hutan. "

Oleh karena itu, upaya - upaya untuk melestarikan hutan dengan meningkatkan pemahaman para pihak, dan merumuskan strategi pembangunan tanaman obat melalui pemanfaatan adalah tujuan akhir dari seminar ini. Salah satu pembicara kunci, Anthony B. Cunningham, seorang profesor dari University of Western Australia, menunjukkan bagaimana pandangan global dalam tanaman obat dan perawatan kesehatan.

Dalam seminar ini juga dibahas secara komprehensif dalam tiga jenis tertentu tanaman obat, yaitu Gaharu (yang dihasilkan dari berbagai spesies tanaman, terutama Aquillaria malaccensis), Rotan Darah (Daemonorops draco), dan Secang (Caesalpinia secang).

Selama seminar dua hari juga dibahas sebanyak 36 makalah dipresentasikan mengenai sistem produksi tanaman obat, tanaman obat pengolahan, pemasaran, kebijakan, tanaman obat kelembagaan.

Sumber: National Geographic Indonesia | Gloria Samantha
Recycle and Spinner : wkindo.com

Wahuy Chan
Wahuy Chan Selamat datang di blog admin, blog yang digunakan oleh admin untuk berbagi pengetahuan dan beberapa informasi lainnya yang kadang nggak ada manfaatnya awokwokwok. Stay Smile Breh

No comments for "Indonesia Kaya Akan Tanaman Kesehatan Untuk Dunia"