Apakah Benar Gilead Sciences Sudah Mengekspor Obat Corona


wkindo.com - Obat COVID-19 memanglah masih belum ditemui. Tetapi, pada Rabu 29 April 2020 yang lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS( FDA) mengumumkan hendak mengizinkan salah satu obat bernama Remdesivir buat dirilis sebagai obat penyembuhan Covid- 19 yang dianjurkan.

Memahami Remdesivir, calon Obat COVID-19

Remdesivir merupakan antivirus berspektrum luas. Tadinya, obat ini sudah diujikan serta teruji berguna buat penyakit - penyakit yang diakibatkan coronavirus semacam MERS serta SARS. Bersumber pada kedudukannya bagaikan antivirus tersebut, saat ini Remdesivir tengah diuji potensinya buat menyembuhkan penyakit yang diakibatkan oleh virus corona tipe baru yang disebut COVID-19.

Dikala masuk ke dalam badan, coronavirus berkembang dengan metode menyalin materi genetik mereka memakai enzim yang disebut RNA( dependent RNA polymerase). Menggunakan pernyataan tersebut, suatu riset terdahulu mengujikan Remdesivir pada corona virus pemicu MERS.

Hasilnya, Remdesivir nyatanya bisa membuat blok terhadap enzim RNA. Dampaknya, tidak lama sehabis Remdesivir bereaksi, virus tidak sanggup perbanyak diri sebab enzim yang diperlukan sudah diblokir.

Bila pertumbuhan virus sudah terhenti, proses pemulihan penderita bisa terjadi lebih baik dan cepat.

Dilansir dari CNBC.com, kalau CEO Gilead Sciences, Daniel O'Day berkata perusahaannya sudah mengekspor remdesivir, anti- virus yang disebut-sebut bisa menolong mempercepat pemulihan penderita yang terinfeksi virus corona (Covid - 19).

O'Day pula berkata obat yang baru menemukan izin konsumsi dari Food and Drug Administration (FDA), otoritas obat pemerintah Amerika Serikat( AS) itu sudah ada buat penderita Covid - 19 di AS.

Sekarang ini perusahaan mendonasikan segala pasokan obat yang ada(1,5 juta botol), yang dapat digunakan untuk menyembuhkan 100.000 sampai 200.000 penderita Covid - 19, jelas O'Day dalam wawancara di acara "Face the Nation" CBS, Minggu(3/5/2020).

"Kami telah mengekspor untuk digunakan dalam uji klinis dan untuk ribuan terapi pengobatan," katanya, dilansir AFP, dikutip CNBC Indonesia, Senin (4/5/2020).

"Dan kolaborasi kami dengan pemerintah telah sedemikian rupa, kami sangat transparan dengan mereka. Kami memiliki hubungan yang baik berkaitan dengan alokasi [obat ini] di masa depan."

Gilead Sciences merupakan industri biofarmasi yang berbasis di Foster City, California, AS yang mempelajari, meningkatkan serta mengkomersialkan obat- obatan. Industri ini berfokus paling pada obat antivirus yang digunakan dalam penyembuhan HIV, hepatitis B, hepatitis C, serta influenza, serta 2 obat hepatitis C ialah Harvoni serta Sovaldi.

Mengacu web resminya, industri ini awal kali tercatat di Bursa Nasdaq, AS, pada Januari 1992 dengan kode saham GILD. Harga sahamnya menguat 1,03% di level US$ 84/saham pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS( 30/ 4/ 2020) ataupun Jumat pagi waktu Indonesia.

Lebih lanjut, O'Day berkata pemerintah AS yang hendak memastikan gimana obat tersebut dialokasikan. Penentuannya hendak bersumber pada pada di mana obat itu sangat diperlukan.

"Mereka akan mulai mengirim puluhan ribu terapi perawatan keluar awal minggu ini dan menyesuaikannya ketika epidemi berubah dan berkembang di berbagai bagian dan kota yang berbeda di sini di AS," katanya.

"Dalam hal pertanyaan alokasi, saya pikir kami selaras dengan pemerintah AS untuk keduanya, melayani pasien di AS dan kemudian untuk dapat juga memastikan sebagai perusahaan global yang berbasis di AS bahwa kami dapat melayani negara lain," katanya.

O'Day pula berkata akan terdapat pasokan remdesivir dalam jumlah yang lebih besar di paruh kedua tahun ini serta perusahaan tidak dilarang mengekspor obat tersebut.

"Kami telah melakukan dialog yang sangat baik dengan pemerintah dan itu berjalan dengan baik."

Tadinya, izin buat mendistribusikan obat eksperimental itu buat pemakaian darurat sudah diumumkan oleh Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS pada hari Jumat. Keputusan itu diambil sehabis uji klinis utama dari remdesivir menunjukan obat itu bisa memperpendek waktu pemulihan pada sebagian penderita virus corona (Covid-19).

Intinya untuk mendukung usaha para dokter dan perawat, warga masyarakat sebaiknya tetap tinggal di rumah dan melakukan physical distancing. Bila terpaksa harus pergi ke luar rumah, kenakanlah masker kain dan hindari kerumunan. Selalu terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan olahraga rutin.

Stay Home, Stay Safe.
Wahuy Chan
Wahuy Chan Selamat datang di blog admin, blog yang digunakan oleh admin untuk berbagi pengetahuan dan beberapa informasi lainnya yang kadang nggak ada manfaatnya awokwokwok. Stay Smile Breh

No comments for "Apakah Benar Gilead Sciences Sudah Mengekspor Obat Corona"